Sabtu, 14 November 2009

Puluhan Ribu Pil Koplo Diamankan di Toko Obat

Puluhan Ribu Pil Koplo Diamankan di Toko Obat
Harry Purwanto - detikSurabaya

Lumajang - Puluhan ribu pil koplo dan obat keras diamankan dari seorang pemilik toko obat, Ayok Gibyo Erodias (28) warga Jalan Menur No.17 Desa/Kecamatan Tempursari, Lumajang. Pemilik toko diduga menjual obat-obat keras bertanda merah.

"Kami tangkap dia karena menjual obat berbahaya, meskipun mengantongi izin usaha dari Dinkes," kata Kanit Reskoba Polres Lumajang Aiptu Cahyo Raharjo di Mapolres, Senin (9/11/2009).

Terbongkarnya kasus penyalahgunaan izin usaha toko obat ini, tambah Cahyo, setelah pihaknya menangkap pemuda kedapatan membawa puluhan pil koplo yang dibeli dari toko pelaku. Setelah dikembangkan dan diselidiki, rupanya toko itu bukan apotek.

"Izin toko obat sama apotek berbeda, dia melanggar penyalahgunaan izin dari dinkes," tutur Cahyo.

Sementara dari pengakuan Ayok, obat-obat keras itu didapat setelah memesan sales obat di Surabaya. Kemudian dikirim melalui jasa pengiriman cepat TIKI Malang.

"Saya memesannya lewat telepon dan SMS, lalu dikirim dari Surabaya," kata pria lulusan D3 Farmasi ditemani istrinya.

Sedangkan barang bukti yang diamankan yakni dextromethorphan sebanyak 745 butir, dexamethason 0,5 mg 1.000 tablet, dexamethason 0,75 mg 60 tablet, molacort, ginifar dan lain-lain.

Kini pelaku diamankan di Mapolres Lumajang untuk penyidikan lebih lanjut. Dia dijerat UU Tentang Kesehatan dengan ancaman 10 tahun penjara.

"Pelaku telah melakukan tindak pidana memiliki dan mengedarkan obat keras tidak sesuai izin usaha dan membahayakan konsumen," pungkas Cahyo.

Diduga Overdosis Pil Koplo, Remaja di Lumajang Tewas

Selasa, 10/11/2009 11:05 WIB
Diduga Overdosis Pil Koplo, Remaja di Lumajang Tewas
Harry Purwanto - detikSurabaya

Lumajang - Peredaran pil koplo di Lumajang mengkhawatirkan. Seorang remaja bernama Rimil (15) asal Dusun Sidorejo, Desa Karangsari, Kecamatan Sukodono ditemukan tewas usai menegak pil yang masuk dalam obat daftar G itu.

Korban ditemukan tergeletak tak bernyawa di rumah tetangganya Mbok Sutris (50) sekitar Pukul 07.00 WIB, Selasa (10/11/2009).

Tewasnya Rimil diketahui pertama kali oleh ibu kandungnya bernama Sutris (45) yang mencari korban yang biasanya tidur di rumah tetangganya. Kondisi tubuh Rimil terlihat kaku dengan mulut mengeluarkan cairan. Diduga kematian Rimil karena efek minum 30 butit pil koplo jenis dextro.

"Dari pengakuan 2 teman pelaku, malam harinya usai mengamen pesta minum pil dextro," kata Kapolsek Sukodono AKP Djumali ditemui di lokasi kejadian.

Menurut keterangan teman korban yakni Ismam (19) dan Budi (14), mereka membeli pil koplo dari seorang pengedar bernama Agus asal Kelurahan Kepuharjo, usai mengamen. Mereka membeli 3 poket pil dextro dan satu poketnya berisi 30 butir.

"3 poket pil dextro seharga 21 ribu," tutur Ismam pada penyidik.

Untuk menegak pil koplo, korban bersama rekannya menggunakan meminum jus alpukat. Merasa pil koplo berkerja , mereka yang sehari-hari menjadi pengamen menyanyikan lagu hingga tertidur.

"Rimil meninggal tidak tahu pak, waktu saya banguan tidur langsung pulang tanpa pamitan," tutur Budi.

Kematian Rimil membuat keluarganya histeris dan ibundanya pingsan. Mereka tak rela jika anggota keluarganya tersebut tewas dalam kondisi tak wajar dan mengenaskan. Jenazah Rimil kemudian dibawa ke RSUD dr Haryoto Lumajang untuk diotopsi.

"Rimil bukanlah korban orang pertama, korban dari penyalahgunaan pil dextro," ungkap Djumali.

Video Mesum 'Karaoke' Pelajar Kembali Beredar

Video Mesum 'Karaoke' Pelajar Kembali Beredar
Harry Purwanto - detikSurabaya



Lumajang - Dunia pendidikan di Jawa Timur kembali tercoreng dengan video porno yang diaktori pelajar. Kali ini, adegan tidak senonoh dilakukan pelajar SMA di Lumajang.

Informasi yang berhasil dihimpun detiksurabaya.com, video mesum berjudul 'SMK' dengan durasi 4 menit ini sudah menyebar luas di masyarakat Lumajang. Pemain dalam video mesum diduga dilakukan oleh pelajar SMK Negeri 1 Kecamatan Pasirian.

Dalam video porno itu, terlihat adegan dua pelajar yang mengenakan seragam sekolah melakukan aksi tidak senonoh di dalam kelas. Keduanya
melakukan oral seks. Aktor perempuan terlihat tengah melakukan 'karaoke' alat vital milik pacarnya.

"Kabar ada film porno dari sekolah sini. Aku pernah liat, tapi lewat ponsel teman. Kalau pemerannya aku kurang begitu tahu," kata SK, salah seorang siswa SMK Negeri 1 Pasirian ditemui di sekolahnya, Kamis (12/11/2009).

Sementara pihak SMK Negeri 1 saat dikonfirmasi membantah jika pemeran video mesum tersebut adalah siswanya. Salah satu guru berinisial YT yang menemui wartawan mengaku tidak berani memberi informasi dugaan video mesum siswanya.

"Maaf mas. Soal itu biar kepala sekolah yang menjelaskan. Bapak sedang rapat di Diknas," kata YT.

Kapolsek Pasirian AKP Jauhar Ma'arif saat ditemui di Mapolsek mengatakan, pihaknya memang mendengar adanya video mesum pelajar SMK di Pasirian. Namun, pihaknya masih menyelidiki siapa pemeran adengan mesum yang beredar di ponsel pelajar dan masyrakat.

"Saat ini kami masih mencari video mesum itu sebagai barang bukti untuk penyelidikan," tegas AKP Jauhar Ma'arif.

Bermotif Dendam, Kakak Ipar Tewas Dibacok

Jumat, 13/11/2009 15:32 WIB
Bermotif Dendam, Kakak Ipar Tewas Dibacok
Harry Purwanto - detikSurabaya

Lumajang - Gara-gara dendam dan cek cok saat akan mengarap lahan milik keluarga, Hayi (25) warga Dusun Lumpang Desa Jenggrong Kecamatan Ranuyoso terlibat carok dengan kakak iparnya Adi Aryo Sumardi (35).

Akibatnya, suami kakaknya tewas seketika dengan luka bacok di bagian bawah dada kanan sepanjang 20 cm. Sedangkan Hayi hidung Hayi nyari putus.

Peristiwa tragis itu terjadi saat keduanya berangkat ke ladang milik keluarga untuk menanam jangung, Jumat (13/11/2009). Tiba-tiba kakak iparnya mengayunkan sabit ke arah Hayi hingga mengenai hidung. Merasa jiwanya terancam, Hayi pun lari. Namun oleh kakak iparnya dikejar sambil mengacungkan celurit.

Karena merasa terdesak, Hayi melawan dengan mengayunkan sabit dan cangkulnya hingga mengenai tubuh kakak iparnya. Kakak iparnya pun bersimbah darah dan tewas seketika.

"Saya tidak ingat berapa kali mengayunkan clurit dan cangkul, kakak ipar saya sudah roboh tak bernyawa," kata Hayi saat ditemui di Puskesmas Ranuyoso.

Menurut Hayi, usai menghabisi nyawa suami kakaknya, dia mendatangi rumah kepala desa Jenggrong untuk menyerahkan diri.

"Saya ke pak lurah dan bilang saya selesai carok dengan kakak ipar," tutur Hayi sambil menahan sakit di hidungnya.

Sementara Kapolsek Ranuyosa AKP Wartomo mengaku telah mendapat laporan jika ada carok dua warga Desa Jenggrong. Pelaku sudah diamankan kepala desa, korban tewas masih di TKP menjadi tontonan warga.

"Carok ini terjadi diduga lantaran masalah keluarga hingga menjadi dendam," kata Nasir saat ditemui wartawan di Mapolsek.

Jenazah Ari Aryo yang sudah tak bernyawa pun dibawa ke RSUD Dr Haryoto Lumajang untuk diotopsi. Sedangkan barang bukti 2 sabit dan cangkul diamankan di mapolsek. "Sementara Hayi dimintai keterangan," kata Wartomo.

Selasa, 10 November 2009

Sering Bikin Gaduh, Biker Dianiaya Warga

Sering Bikin Gaduh, Biker Dianiaya Warga
Harry Purwanto - detikSurabaya

Lumajang - Gara-gara sering membuat gaduh dan memainkan gas motor di kampung, seorang bikers, Hariyanto (25) disabet celurit dan dianiaya 3 warga. Akibatnya, warga Desa Dawuhan Wetan, Lumajang ini harus dijahit di bagian kepala dan memar di sekujur tubuh.

Korban yang dirawat di Puskesmas Sumberdari Kecamatan Rowokangkung ini dianiaya 3 warga yakni Achamd Bukhori (23), Manisran Muslim (50) warga Desa Sumber Anyar Kecamatan Rowo Kangkung dan temannya, Dwi Nursaiban (20) warga Jalan Juanada Kelurahan Jogoyudan Kecamatan Kota Lumajang.

"3 Jam sejak kejadian penganiyaan itu, 3 pelaku sudah kami tangkap di rumahnya masing-masing," kata Kapolsek Rowokangkung Iptu Aris Supomo kepada wartawan di Mapolsek, Kamis (5/11/2009).

Menurutnya, kejadian itu berawal saat korban mengendarai motor dan dinasehati salah satu pelaku. Namun nasehat itu tidak dihiraukan dan lebih memainkan gas motor di dekat rumahnya.

"Korban yang tersinggung dinasehati, kemudian berhenti dan memukul tersangka Bukhori," tuturnya.

Bukhori yang tidak terima dipukul lari menuju rumahnya mengambil sebilah clurit milik ayahnya. Korban yang masih di lokasi didatangi pelaku dan langsung menyabetkan celurit dibantu yang oleh ayah dan temannya.

"Korban dihajar oleh 3 pelaku secara bersama-sama," ungkap Aris.

Sementara Achmad Bukhori mengaku kesal dengan ulah pelaku yang sering membuat gaduh di lingkunganya saat malam hari. Meski diperingatkan beberapa kali, namun korban sering tidak menggubris dan malah mengajak berkelahi.

"Kalau dia tidak memukul saya, mungkin dia tidak saya bacok dengan clurit ini," jelas Bukhori di hadapan penyidik.

Kini ketiga pelaku ditahan di Mapolsek Rowokangkung untuk penyidikan lebih lanjut. Mereka dijerat pasal 170 KUHP tentang penganiayaan bersama-sama dengan ancaman 5 tahun penjara.

Pohon Petai 'Menangis'

Pohon Petai 'Menangis'
Warga Berharap Berkah dari Tetesan Air
Harry Purwanto - detikSurabaya



Foto: Harry Purwanto

Lumajang - Kabar pohon petai 'menangis' milik Suwarni Warga Desa Tukum, Kecamatan Tekung semakin tersebar luas. Banyak masyarakat yang datang untuk mendapat berkah air yang menetes dari pohon itu.

Bahkan sejumlah warga bergerombolan di bawah pohon agar bisa tertetesi. Mereka berharap tetesan air bisa memberikan keberkahan di musim kemarau dan dijauhkan dari penyakit.

"Tangisan pohon ini seperti doa, semoga air berkhasiat buat penyakit atau tolak balak," kata Nur Rohima (40) warga asal Desa Grati, KecamatanSumber Suko ditemui di Lokasi, Jumat (6/11/2009).

Hal senada dikatakan Puji Anugerah (27) asal Probolinggo, dirinya datang melihat pohon petai menangis lantaran penasaran dan ingin membuktikan kebenarannya.

"Saya mendengar dari radio, lalu datang kesini mas. Apalagi saudara saya sedang sakit yang tak kunjung sembuh, semoga dengan air petai ini bisa," ungkap Puji yang ditemani kerabatnya.

Warga yang mengunjungi pohon petai itu kesulitan untuk memperoleh tetesan air. Pengunjung takut memanjat karena mereka percaya pohon petai itu ada penunggunya.

Menurut Pemilik pohon Suwarni, warga yang berkunjung lebih suka datang pada malam hari, karena tetesan air begitu deras seperti hujan. Sedangkan di siang hari tetesamnya hanya sedikit dan jarang.

"Warga bilang kalau air petai ini cocok untuk penyakit dalam,kayak kencing manis, pegal linu dan lain-lainya," tandasnya.

Pohon Petai 'Menangis' di Lumajang

Jumat, 06/11/2009 11:50 WIB
Pohon Petai 'Menangis' di Lumajang
Harry Purwanto - detikSurabaya


Foto: Harry Purwanto

Lumajang - Warga Desa Tukum, Kecamatan Tekung, Lumajang digegerkan adanya pohon petai konon bisa menangis. Pohon petai itu milik Suwarni (40), Warga Dusun Tukum Selatan, Desa Tukum, Kecamatan Tekung yang tumbuh di depan rumahnya di pinggir jalan.

Menurut Suwarni, pohon petai miliknya mengeluarkan air dari batangnya sejak satu minggu lalu. Air yang keluar dari pohon itu akan deras pada malam hari. "Kalau siang begini hanya rintik-rintik. Kalau malam jalan aspal depan rumah basah," kata Suwarni ditemui di rumahnya, Jumat (06/11/2009).

Pantauan detiksurabaya.com di lokasi, Kondisi pohon petai ini, sebenarnya tidak jauh beda dengan pohon petai lainya. Yang membuatnya berbeda karena disetiap batangnya mengeluarkan air dan menetes.

"Pohon petai itu diketahui mengeluarkan air pertama kali diberi tahu warga dan pengguna jalan yang lewat depan rumah. Semuanya terheran-heran," ungkapnya.

Kabar pohon petainya menangis menarik perhatian masyarakat sekitar. Setiap malam tetangganya datang ke rumahnya untuk melihat pohon itu. Air yang keluar dari pohon petai tak pernah habis meski sudah hampir satu minggu meneteskan air.

"Saya heran juga kenapa pohon petai ini meneteskan air padahal tidak ada firasat," tuturnya.

Bunga Bangkai Mekar di Lumajang, Warga Mengaku Mual dan Pusing


Bunga Bangkai Mekar di Lumajang, Warga Mengaku Mual dan Pusing
Harry Purwanto - detikSurabaya


Foto: Harry Lumajang

Lumajang - Bau tidak sedap menyergap warga di Desa Wonokerto Kecamatan Tekung, Lumajang. Setelah ditelisik, rupanya bau tidak sedap itu muncul dari sekuntum bunga bangkai pekarangan belakang rumah Supriono (40) warga Dusun Krajan RT 1/ RW 1.

Bunga bangkai (Amorphophallus titanum) atau kerap juga disebut bunga raksasa itu baru diketahui kemarin sore, Kamis (5/11/2009) saat adzan maghrib. Saat itu warga yang bersembahyang tgerganggu bau yang tidak sedap.

"Bau bangkai terasa di hidung pas saat adzan Magrib. Waktu itu saya bilang, ada bunga yang mengelurakan bau bangkai di belakang rumah," kata Supriono kepada istrinya, Dewi Aminah (35) di pekarangan belakang rumahnya kepada wartawan, Jumat (6/11/2009).

Dia mengaku saat ditemukan, bunga yang memiliki tinggi 50 cm itu dikerumuni lalat dan masih berupa tunas. Dan mengeluarkan bau busuk mulai kemarin sore hingga shubuh pagi tadi. Dan setelah matahari terbit tadi pagi, bunga itu sudah mekar sempurna.

Namun, kata Aminah, bau busuk yang tercium membuatnya mual-mual, pusing dan mau muntah saat malam hari. Selera makan pun jadi hilang. "Saya tidak kuat menahan baunya dan muntah-muntah, sampai tidak enak makan hingga sekarang," ungkap wanita dua anak ini.

Hal senada juga diungkapkan warga lain yang merasa terganggu dengan bunga itu. "Pokoknya pas malam wes tidak enak makan karena bau itu," kata Suyati (45), warga yang rumahnya berjarak 100 meter dari lokasi.

Sementara kabar adanya bunga bangkai yang mengeluarkan bau busuk segera menyergap di kampung-kampung. Bahkan warga sesekali menyetuh bunga yang terkenal langka dan melihat dari dekat.

Kalah Bersaing Jadi Tukang Pijat, Khalim Bacok Teman

Kamis, 29/10/2009 14:10 WIB
Kalah Bersaing Jadi Tukang Pijat, Khalim Bacok Teman
Harry Purwanto - detikSurabaya

Lumajang - Peristiwa berdarah di Lumajang tak bisa di hindari. Gara-gara kalah saingan usaha tukang pijat, Khalim (55) warga Dusun Curah Jeruk Desa Kebonsari Kecamatan Sumbersuko nekat membacok tetangganya, Wage (55).

Korban pun mengalami 2 luka bacok di bagian punggung dan 3 jari tangan kanan putus, setelah dibacok celurit. Beruntung warga yang mengetahui aksi pembacokan berhasil menolong korban yang nyaris kehabisan darah.

Korban yang sudah pingsan dilarikan ke RSUD Dr Haryoto Lumajang. Sedangkan pelaku pembacokan langsung menyerahkan diri ke kantor desa setempat beserta celurit yang masih berlumuran darah.

"Saya mendapat laporan ada warga terlibat carok, sedangkan Pak Khalim datang ke Kantor Desa dengan celurit dan badan penuh darah," kata Ngatu'i Kepala Dusun Curah Jeruk ditemui di UGD RSUD dr Haryoto Lumajang, Kamis (29/10/2009).

Menurutnya, pelaku diduga nekat membacok korban karena iri atau cemburu tempat usahanya tidak didatangi pasien. Kondisi ini juga sering jadi rasan-rasan warga jika keduanya saling bersaing.

"Mungkin Pak Khalim marah dan malu, kalah saingan dengan Pak Wage," kata Ngatu'i.

Sementara Kapolsek Sumbersuko AKP Eko Hari S mengatakan, pihak masih memintai keterangan pada pelaku dan saksi-saksi yang mengetahui kejadian itu. Bahkan sebilah curit untuk membacok korban turut diamankan sebagai barang bukti.

"Kami masih menyelidiki kasus ini, pelaku kami amankan di Mapolsek," kata Eko Hari.

Gerbong KA Mutiara Timur Terbakar

Sabtu, 31/10/2009 16:20 WIB
Gerbong KA Mutiara Timur Terbakar
Api di Gerbong Makan Diduga Akibat Konsleting Genset
Harry Purwanto - detikSurabaya



Lumajang - Gerbong makan KA Mutiara Timur yang terbakar diduga berasal dari konsleting genset. Meski terbakar habis, namun tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini.

Informasi yang berhasil dihimpum detiksurabaya.com di lokasi, Sabtu (31/10/2009), KA jurusan Banyuwangi-Surabaya terbakar sekitar 200 meter sebelum masuk Stasiun Klakah. Beruntung, ada salah seorang petugas yang mengetahu peristiwa itu.

Akhirnya petugas menghentikan laju Kereta Mutiara timur dengan menyalakan lampu merah untuk peringatan.

"Waktu itu asap mengepul, akibat angin bertiup kenjang dan terjadilah kobaran api," kata Kasat Reskrim Polres Lumajang, AKP Kusmindar ditemui di lokasi kejadian.

Menurut Kusmindar penumpang yang panik langsung diturunkan dan dievakuasi ke dalam stasiun. Sehingga kebakaran gerbong KA tersebut tidak ada korban jiwa.

"Alhamdulillah korban jiwa tidak ada," kata Kusmindar pada sejumlah wartawan. (bdh/bdh)

Senin, 26 Oktober 2009

Jual Minah Subsidi, Warga Malang Ditangkap

Jual Minah Subsidi, Warga Malang Ditangkap
Harry Purwanto - detikSurabaya

Lumajang - Penjualan 1.410 liter minyak tanah bersubsidi digagalkan oleh Polsek Pasirian, Lumajang pada Senin (26/10/2009) dini hari. Minyak tanah bersubsidi itu rencananya dikirim ke Sumber Majing Kabupaten Malang.

Terbongkarnya penyalahgunaan minyak tanah bersubsidi itu berawal kecurigaan polisi terhadap sebuah pick up yang membawa barang dan ditutupi terpal. Polisi kemudian
melakukan pengejaran. Ketika dikejar, pick up itu berhenti di warung.

"Waktu mobil diikuti polisi, berulang kali mampir di warung sebanyak 3 kali," kata Kapolsek Pasirian AKP Jauhar Ma'arif di mapolsek kepada wartawan.

Jauhar menambahkan, sopir truk tak berkutik saat diperiksa isi muatannya. Ternyata berisi minyak tanah. Saat ditanya dokumen resmi sopir tidak bisa menunjukkan.

Sopir pick up yang mengangkut minyak tanah itu bernama Suwito (32) dan keneknya Hendriono (25) warga Desa Tambak Rejo, Kecamatan Sumber Majing Wetan, Malang. Pick up Daihatsu Espass itu bernopol N 9227 KA.

"Sang sopir tampak bingung ketika ditanya soal dokumen. Karena tak bisa menunjukkan langsung kita bawa ke mapolsek," tandasnya.

Suwito saat diperiksa, mengaku jika dirinya membeli minyak tanah bersubsidi di sejumlah distributor BBM di Lumajang dengan harga per liternya Rp 3.900. Kemudian dijual seharga Rp 4.600. "Minyak ini akan kami jual kembali," tuturnya dihadapan penyidik.

Keduanya dijerat UU No 21 tahun 2004 tentang Migas dengan ancaman 10 tahun penjara.

(wln/wln)

Kambing Kepala Dua Dianggap Titisan Dewa

Geger Kambing Berkepala Dua
Kambing Kepala Dua Dianggap Titisan Dewa
Harry Purwanto - detikSurabaya

Lumajang - Lahirnya kambing berkepala dua milik Muhammad Hasyim (25) warga Dusun Ramba’an Desa Sukorejo, Kecamatan Pasru Jambe, Lumajang semakin tersebar luas.

Banyak orang mendatangi kambing itu dan mencari peruntungan. Bahkan ada yang menganggap kambing itu seperti titisan dewa seperti di cerita pewayangan.

"Kambing itu seperti Dewa Brahma berkepala banyak," kata salah satu warga yang menonton, Mujiono (35) warga Desa Sumber Baru, Kecamatan Tanggul, Jember.

Sementara itu Sriyantun (40) asal Desa Kabiliboto Kidul Kecamatan Jatitoto, dirinya datang melihat kambing aneh itu, lantaran penasaran dan ingin membuktikan.

"Saya dengar ada kambing kepala dua benar. Penasaran saya datang ke sini," tutur Sriyantun yang datang bersama kerabatnya.

Faktor Genetik

Kasi Kesehatan Hewan Kantor Pertenakan Lumajang Drh Samsudin menyatakan, kelainan pada kambing kepala dua, lebih dikarenakan faktor genetik. Dia mengangap peristiwa yang biasa, bahkan pada manusia juga bisa
terjadi.

"Wah hewan yang memiliki kelainan itu udah biasa, paling bertahan hidup dalam hitungan jam dan hari," ungkap Samsudin saat dihubungi melalui telepon seluler.
(wln/wln)

Jadi Tontonan, Kambing Kepala Dua Bertahan Hidup

Geger Kambing Berkepala Dua
Jadi Tontonan, Kambing Kepala Dua Bertahan Hidup
Harry Purwanto - detikSurabaya


Lumajang - Kambing memiliki keanehan biasanya tak bisa bertahan hidup sementara. Namun anak kambing jenis otawa berkepala dua milik Muhammad Hasyim (25) Warga Dusun Ramba’an, Desa Sukorejo, Kecamatan Pasru Jambe, Lumajang masih bertahan
hidup hingga 30 jam.

Agar bisa terus hidup, pemilik kambing memindahkan ke dapur rumahnya. Sedangkan untuk asupan makanan diberi susu sapi segar. Kambing yang bernama Melati belum bisa berdiri dengan tegak menyusui induknya.

"Alhamdulilah kambing saya masih bisa bertahan hidup meski diungsikan ke dalam dapur,” Kata Hasyim ditemui detiksurabaya.com, Minggu (25/10/2009).

Menurut dia, dipindahkan ke dalam dapur juga bersama sang induk serta kembarannya. Jika dijauhkan dari induknya, kambing berkepala dua mengamuk dan mengeluarkan suara. "Kalo di pindah, sang induk ngamuk mas,” ungkap Hasyim yang ditemani istrinya bernama Nuril (20).

Warga terus berdatangan untuk melihat kambing aneh itu. Bahkan ada yang berombongan melihat kambing itu. Antrian pun terjadi karena banyak warga yang ingin menonton kambing itu.

"Saya sama mertua bergantian jaga, jika kambing teriak minta minum susu. Ini seperti jaga bayi baru lahir," tuturnya. (wln/wln)

Minggu, 25 Oktober 2009

Penertiban PKL Lumajang Ricuh & Diwarnai Adu Mulut

Kamis, 01/10/2009 17:12 WIB
Penertiban PKL Lumajang Ricuh & Diwarnai Adu Mulut
Harry Purwanto - detikSurabaya

Lumajang - Upaya Pemkab Lumajang menertibkan PKL dan memperindah kawasan Kota Pisang mendapat perlawanan. Bahkan penertiban yang dilakukan Satpol PP terhadap Pedagang Kaki Lima (PKL) yang mangkal di Alun-Alun Kota Lumajang berlangsung ricuh, Kamis (1/10/2009).

Insiden berawal saat 125 Satpol PP bersama polisi dan TNI menertibkan puluhan PKL yang menggelar dagangannya sekitar pukul 15.30 WIB. Saat itu adu mulut dan adu fisik pun tak terelakkan.

Salah seorang pedagang sepatu yang berusaha mempertahankan lapaknya diusir dan mendapat perlawanan petugas. Puluhan pedagang yang melihat berusaha membatu korban.

"Lo kenapa dibongkar. Lha Wong tempat relokasi belum disediakan oleh pemerintah," teriak Supardi di sela-sela protes terhadap petugas.

Adu fisik pun tak sempat terhindarkan, beberapa pria berpakaian preman membawa dan mengangkut lapak milik PKL ke sebuah truk. Polisi yang mengamankan lokasi melerai antara pedagang dengan pria tersebut.

"Pak jangan main kasar gini pak, bapak enak dapat gaji dari pemerintah. Kami harus jualan hingga malam hari untuk keluarga," teriak Supatmi salah satu pedagang perhiasan yang tidak mau ditertibkan.

Kericuhan dan perlawanan puluhan PKL membuat petugas mundir dan memilih mengalah. Para petugas membiarkan pedagang menggelar daganganya. Padahal sesuai kesepakatan PKL dan Bupati Lumajang per 1 Oktober 2009, pedagang harus pindah ke tempat relokasi sementara di barat Stadion Mahameru.

Sementara Kepala Satpol PP Pemkab Lumajang Drs. Kasi Pratondo tidak menampakkan batang hidungnya. PKL menyayangkan sikap aparat penegak Perda harus menyewa preman untuk penertiban.

(fat/fat)

Ngaku Sebagai Kapolsek, Debt Collector Dibekuk

Selasa, 06/10/2009 15:00 WIB
Ngaku Sebagai Kapolsek, Debt Collector Dibekuk
Harry Purwanto - detikSurabaya

Lumajang - Gara-gara mengaku sebagai Kapolsek Sumber Suko, seorang debt collector, Eko Wiyono (37) dijebloskan ke penjara. Pria yang bertempat tinggal di Jalan Brigjen Slamet Riyadi i ni dalam tiap langkahnya mengaku sebagai polisi untuk mempermudah penagihan.

"Tertangkapnya polisi gadungan ini berkat laporan korban," Kata Kapolres Lumajang AKBP Dedy Prasetyo kepada detiksurabaya.com di Mapolres Jalan Alun-Alun Utara, Selasa (6/10/2009).

Menurut Dedy, nama kapolsek yang dicatut pelaku yakni Kapolsek Sumbersuko AKP Eko Hari S. "Dia mau mencoreng korps kepolisian dan saya perintahkan anggota untuk segera menangkap," jelas Dedy.

Dibekuknya pelaku itu berawal atas laporan salah satu korbannya, Ny Lilik (30), warga Desa Sentul, Kecamatan Sumbersuko ke Polres Lumajang. Korban mengaku didatangi pelaku dengan maksud meminta uang Rp 150 ribu.

Korban tidak menuruti permintaan pelaku karena hanya memberi uang sebesar Rp 100 ribu. Korban meminta pelaku kembali esok hari karena tak ada uang. Lantas pelaku marah dan korban langsung lapor polisi dan melakukan jebakan.

"Saat pelaku datang ke korban, anggota kami langsung meringkusnya," tutur pria mantan Kapolresta Kediri.

Kini pelaku diamankan dan dijerat dengan pasal 378 KUHP tentang penipuan dengan ancaman 5 tahun penjara.

(fat/fat)

Menolak Dijodohkan, Kodir Bawa Kabur Gadis 15 Tahun

amis, 08/10/2009 16:30 WIB
Menolak Dijodohkan, Kodir Bawa Kabur Gadis 15 Tahun
Harry Purwanto - detikSurabaya

Lumajang - Menolak perempuan yang dijodohkan orangtuanya, Muhamad Kodir (21) warga Desa Urang Gantung, Kecamatan Sukodono, Lumajang nekat membawa kabur anak tetangganya yang berumur 15 tahun.

Dia membawa Bunga sebut saja begitu ke Madiun selama satu minggu. Ternyata selama pelarian itu, Kodir juga menikmati kemolekan Bunga.

Terungkapnya kejadian itu setelah orangtua Bunga melaporkan Kodir ke polisi. Kodir dilaporkan telah memperkosa Bunga.

"Mendapat laporan itu kami langsung menangkap pelaku di rumahnya," kata Kanit Reskrim Polsek Sukodono Aiptu Muhammad Tahak di Mapolse, Kamis, (8/10/2009).

Dihadapan penyidik, Kodir mengakui perbuatannya. Dia menyetubuhi korban sebanyak 10 kali. Menurutnya perbuatan itu dilakukan suka sama suka. Dia nekat melakukan hal itu karena jatuh cinta pada Bunga dan menolak perjodohan yang dilakukan orangtuanya.

"Saya melakukan ini karena jengkel pada orang tua Saya Saya ingin nikah dia (Bunga,red)," tutur Kodir.

Namun Kodir tetap ditahan. Dia dijerat pasal 332 ayat 1 ke 1e KUHP subsider pasal 81 ayat 2 lebih subsider pasal 83. UU RI no. 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak dengan ancaman 17 tahun penjara.
(wln/wln)

Pelajar Lumajang Bakar Poster Miyabi

Selasa, 13/10/2009 11:55 WIB
Pelajar Lumajang Bakar Poster Miyabi
Harry Purwanto - detikSurabaya



Lumajang - Puluhan Siswa MAN 1 Lumajang menggelar unjuk rasa menolak kedatangan Miyabi ke Indonesia. Para pelajar ini menganggap kedatangan artis porno asal Jepang ini dapat merusak moral bangsa Indonesia.

Puluhan Siswa yang tergabung dalam Oragnisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) mengelar aksi demo di Halaman Sekolah di Jalan. Cintadui, Kota Lumajang, Selasa (13/10/2009).

Dalam aksi damainya ini, mereka juga membentangan puluhan poster dan spanduk mengecam artis porno pemilik nama asli Maria Ozawa yang akan melakukan suting film 'Menculik Miyabi' di Pulau Bali.

Poster tersebut bertuliskan, 'Tolah Miyabi, Perusak Moral Bangsa Indonesia', 'Miyabi harus pergi dari Indonesia'.

"Kami kaum muda Indonesia menolak Miyabi, yang mengotori dan menyesatkan," kata Kiki koordinastor aksi demo.

Puluhan siswa ini juga mendatangi rekan-rekanya di kelas untuk mengajak menolak Miyabi. Bahkan mereka juga akan memboikot untuk tidak melihat film yang akan dibintai Miyabi apabila nantinya edar tayang.

Usai berorasi siswa MAN 1 Lumajang membakar foto Miyabi yang sedang berpose seksual. Aksi demo pelajar ini mendapat penjagaan ketat personel polisi Polres Lumajang.

"Kami minta Presiden SBY untuk melarang Miyabi main Film Inodesia," terang Kiki.

(bdh/bdh)

Ingin Rujak Manis, Tiga Pemuda Malah Masuk Bui

Kamis, 15/10/2009 13:42 WIB
Ingin Rujak Manis, Tiga Pemuda Malah Masuk Bui
Harry Purwanto - detikSurabaya

Lumajang - Gara-gara ingin menikmati rujak manis, tiga pemuda asal Perumahan Sukodono Permai, Kecamatan Sukodono, Lumajang harus berurusan dengan polisi. Buah yang akan dibuat itu mereka ambil dari mencuri. Akibatnya, jeruji besi menanti mereka.

Ketiga pencuri itu yakni, Wicaksono (23), Dhony Galih Raka Siwi (22) dan Septian Bhekti Wibisono. Mereka nekat mencuri mangga milik tettanggnya yang seorang pengacara terkenal di kota itu.

"Saya memergoki mereka mengambil buah mangga dengan memanjat, dua temanya menunggu di bawah," kata Marwoto, di saat memberi laporan di Mapolsek Sukodono, Kamis (15/10/2009).

Menurut dia, ketiga pelaku mencuri mangga dengan melompat pagar besi setinggi 3 meter di kebun belakang rumahnya. Mereka memasukan buah mangga hasil curian dari tas plastik.

"Saya kemudian memberitahu warga dan menggerebeknya." tutur pengacara itu.

Kapolsek Sukodono AKP Djumali mengatakan, setelah ditangkap warga, ketiga pelaku digelandang ke Mapolsek Sukodono dengan barang bukti 15 buah mangga. Setlah di periksa mereka mengakui tindakanya itu.

"Ketiga tersangka kami jerat pasal 363 KUHP tentang pencurian. Ancaman 5 tahun penjara," kata Kapolsek asal Jombang.

Sementara, orangtua ketiga pelaku yang dating ke Mapolsek Sukodono, hanya pasrah melihat anaknya di masukan dalam tahanan.
(bdh/bdh)

Angka Kematian Ibu Hamil Tinggi di Lumajang

Kamis, 15/10/2009 09:05 WIB
Angka Kematian Ibu Hamil Tinggi di Lumajang
Harry Purwanto - detikSurabaya




Lumajang - Angka kematian ibu saat melahirkan masih tinggi di Lumajang. Berdasarkan datang Dinas Kesehatan dari Januari hingga pertengahan Oktober ini ada 12 ibu yang meninggal. Jumlah ini meningkat dibandingkan tahun 2008 yang tercatat 5 orang.

"Meningkatnya kematian ibu hamil, ini menjadi pekerjaan rumah kami," kata Kadinkes Lumajang dr Buntaran Suprianto pada detiksurabaya.com di kantornya Jalan Alun-alun Utara, Kamis (15/10/2009).

Buntaran mengungkapkan kematian itu dikarenakan berbagai kondisi. Diantaranya pendarahan pasca melahirkan, tidak ada persiapan persalinan, dan bayi dalam kandungan mengalami keracunan.

"Tapi kebanyakan karena pendarahan pasca melahirkan. Rata-rata terjadi di daerah terpencil atau jauh dari rumah sakit," ungkapnya.

Pola makan yang buruk, merokok, alkohol dan obesitas juga mempengaruhi kematian ibu hamil. Faktor lain yang membuat angka kematian ibu yang tinggi yakni keterlambatan ditangani. Meskipun angka kematian ibu hamil tinggi, bayi kata dia masih bisa diselamatkan.

Dia berharap ibu hamil rajin kontrol ke dokter untuk mendeteksi dini mengenai kondisi kesehatan dan bayi yang ada di janin. "Kami harap masyarakat siaga dengan rajin memeriksakan diri ke puskesmas atau ke bidan," tandasnya. (wln/wln)

Konser Kangen Band di Lumajang Diwarnai Adu Jotos

Minggu, 18/10/2009 17:54 WIB
Konser Kangen Band di Lumajang Diwarnai Adu Jotos
Harry Purwanto - detikSurabaya


Lumajang - Konser grup musik Kangen Band di GOR Wira Bhakti Lumajang, Jawa Timur diwarnai kericuhan, Minggu (18/10/2009). Tawuran antar penonton tak terhindarkan saat grup band Melayu asal Lampung tersebut melantunkan lagu ke 7-berjudul "Pujaan Hati".

Aksi tawuran ini dipicu saling senggol antar penonton saat berjoget. Apalagi saling lempar air mineral dan sandal terus terjadi setiap lantunan lagu.

Beruntung, petugas polisi dari Polres Lumajangn berhasil mengamankan 5 penonton yang diduga sebagai provokator aksi tawuran tersebut. Konser band asal Lampung ini sempat dihentikan beberapa saat sambil menunggu aksi tawuran penonton berhenti.

Bahkan, sang vokalis Andhika menghentikan aksi panggungnya. Dia mengaku kecewa dengan aksi tawuran tersebut. Karena Sabtu malam, di Probolinggo juga ada peristiwa serupa.

"Ayo jangan tawuran terus, masak di Probolinggu ricuh disini juga. Kami sungguh menyesal bila fans kami saling jotos," ujar Andika dengan nada memelas.

Belum diketahui adanya korban akibat aksi tawuran tersebut. Namun, cukup disayangkan meskipun ada kericuhan polisi terus saja melanjutkan Konser yang disponsor perusahaan seluler itu.

(bdh/bdh)

Main Film, Andhika Kangen Band Jadi Tukang Cuci

Minggu, 18/10/2009 16:41 WIB
Main Film, Andhika Kangen Band Jadi Tukang Cuci
Harry Purwanto - detikSurabaya


Lumajang - Tak cukup jadi musisi kini personel Kangen Band unjuk gigi menjadi bintang film. Sang vokalis, Andhika pun siap berperan jadi tukang cuci piring.

Film itu akan bercerita tentang perjalanan hidup personel Kangen Band hingga jadi tenar.Rencananya film itu akan diberi judul 'Minggu Pagi di Taman Victoria'.

"Kami memang akan buat film tentang kami sendiri. Untuk syutingnya masih sedang jadwalkan," kata Andhika, sang vokalis saat temui di acara jumpa fans Kangen Band di Hotel Grand Aloha, Lumajang, Jawa Timur, Minggu (18/10/2009).

Dalam penggarapan filmnya nanti, band pelantun 'Yolanda' itu akan blak-blakkan. Salah satunya soal pembajak yang menjadikan tembang-tembang Kangen Band laku keras. Bahkan diceritakan juga saat Andhika rela menjadi tukang cuci sebelum bandnya tenar.

"Pokoknya, rekan-rekan saya terlibat semua dengan jadi dirinya sebelum terkenal," jelas Andhika.

Untuk lokasi syuting, band pop melayu itu memilih kota Lampung dan Jakarta. Karena, kata Andhika, kedua kota itu sebagai saksi bisu perjalanan Kangen hingga sukses seperti saat ini.

Kapan mulai syuting? "Pokoknya selesai promosi album ketiga, kami akan segera syuting kok," pungkas Andhika.

(bdh/bdh)

Mahkota Bunga Direnggut Sang Guru Ngaji

Rabu, 21/10/2009 11:06 WIB
Mahkota Bunga Direnggut Sang Guru Ngaji
Harry Purwanto - detikSurabaya


Lumajang - Kelakuan seorang kyai di Lumajang, Jawa Timur ini sungguh keterlaluan. Beralasan lama tak dijatah istri, dia nekat menyetubuhi seorang bocah dengan diiming-imingi akan dibelikan handphone.

Perbuatan biadab guru ngaji bernama Misna'i (50 ), warga Desa Labruk Lor, Kecamatan Kota ini dilalukan terhadap muridnya sebut saja bernama Bunga (11) tersebut dilakukan hingga 4 kali.

"Korban disetubuhi oleh pelaku karena diimingi-imingi akan di belikan HP," kata Kasat Reskrim Polres Lumajang, AKP Kusminda pada wartawan di Mapolres Lumajang, Rabu (21/10/2009).

Perbuatan asusila itu ketahuan saat Bunga mengeluh ke orangtuannya kiha merasakan sakit pada bagian kelaminnya. Karena tidak ingin terjadi sesuatu terhadap anaknya, orangtua Bunga pun memeriksakan ke Puskesmas. Hasilnya sungguh mengejutkan. Ternyata sakit yang dirasakan kelamin Bunga karena akibat kemasukan benda tumpul.

Pengakuan mengejutkan justru datang dari Bunga. Karena bocah itu mengaku kalau dia sering disetubuhi oleh guru ngajinya. Tidak terima dengan kejadian itu, orangtua Bunga langsung melapor ke Polres Lumajang. Mendapat laporan tindak susila, polisi langsung menangkap pelaku di rumahnya.

Pengakuan pelaku, dirinya nekat menyetubuhi santrinya, karena pernah melihat korban mandi di sungai. Apalagi dia jarang dilayani oleh sang istri tercinta. "Dia aku setubuhi cuman 4 kali kok pak, yang pertama sedikit dipaksa," kata Misna'i di depan polisi.

Perbuatan laknat terhadap Bunga itu dilakukan pelaku di dalam kamar rumahnya yang sepi. Bahkan pelaku juga menggarap bocah ingusan dengan cara didudukan biar mudah melaksanakan buang 'hajatnya'

"Saya cuma masukan kepalanya saja kok pak," akunya dengan polos.

Akibat perbuatannya, pelaku pun terancam dijerat pasal 81 ayat 2 UU RI No 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak dengan ancaman hukum 15 tahun penjara.

(bdh/bdh)

Dua Home Industri Jamu Beromzet Miliaran Digerebek

Rabu, 21/10/2009 10:55 WIB
Dua Home Industri Jamu Beromzet Miliaran Digerebek
Harry Purwanto - detikSurabaya

Lumajang - Dua home industri jamu ilegal digerebek polisi. Dari dua rumah sekaligus dijadikan tempat produksi, polisi menemukan ribuan jamu racikan yang diperkirakan beromzet miliaran.

Dua rumah itu milik Mahmud (45), warga Dusun Biting Desa Kutorenon Kecamatan Sukodono dan Misnanto (37) warga Desa Kandang Tepus Kecamatan Senduro Desa Bondoyudo, Kecamatan Sukodono, Lumajang.

Kasat Reskrim Polres Lumajang, AKP Kusmindar menuturkan, tim gabungan Reskrim dan Narkoba Polres Lumajang menggerebek sebuah pabrik jamu tradisional yang diduga kuat ilegal.

"Kami sudah pantau kegiatan mereka dan ternyata membuat jamu racikan ilegal diperjualbelikan kepada masyarakat," kata Kusmindar kepada wartawan di lokasi, Rabu (21/10/2009).

Saat penggrebekan, pemilik rumah dan beberapa karyawan kaget melihat kedatangan polisi di lokasi. Mereka pun menghentikan aktivitasnya membuat jamu karena polisi memasang police line.

"Kami menemukan bahan-bahan kimia untuk pembuatan jamu," tutur Mantan Kapolsek Kunir itu.

Pihak kepolisian mengaku sudah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) Lumajang dan Balai Pengawas Makanan dan Minuman (BPOM) Surabaya untuk menguji jamu ilegal tersebut.

"Pokoknya jamu ini berbahaya, tidak ada izin produksi dan kemasan seadanya," katanya.

Sementara barang bukti yang diamankan yakni 36 ribu bungkus jamu berisi 125 mg. Sedangkan harga per bungkus jamu senilai Rp 950.

"Dari penggerebekan, disita antara lain satu bungkus berisi pil berwarna hijau, kuning, putih, orange dan biru. Kemudian satu tas plastik berisi kapsul Bandelox," jelas kata Kusmindar.

Kini kedua tersangka terancam dijerat pasal 82 ayat 2 huruf B UU RI No. 23 tahun 1992 tentang kesehatan dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara.
(fat/fat)

Di bawah Ancaman, Menik Disetubuhi Pria Beristri Tiga

Kamis, 22/10/2009 16:23 WIB

Harry Purwanto - detikSurabaya

Lumajang - Tindakan asusila yang dialami seorang remaja kembali terjadi. Kali ini menimpa sebut saja Menik (17) warga Dusun Madurejo Desa Munder Kecamatan Yosowilangun, Lumajang.

Korban diperkosa tentangganya sendiri Topan Herfansyah (27) yang sudah beristri sebanyak 3 kali. Pelaku nekat melakukan perbuatan bejat itu saat istri pergi ke sawah.

"Pelaku memperkosa korban disertai ancaman akan di pukul dan dibunuh," kata Kasat Reskrim Polres Lumajang AKP Kusmindar di Mapolres, Kamis (22/10/2009).

Menurutnya sebelum berbuat bejat, pelaku memanggil korban dan langsung menyeret ke kamar rumahnya. Lantas korban didorong ke tempat tidur disertai ancaman akan dipukul jika berteriak.

Korban dalam kondisi ketakutan pun dimanfaatkan dengan buasnya. Pelaku pun menikmati tubuh gadis anak tentangganya hingga puas. "Tidak sampai di situ, dalam sehari dia menyetubuhi korban sebanyak 3 kali," jelas Kusmindar geram.

Sementara kasus pemerkosaan ini terbongkar karena ibu korban sering mendengar korban mengeluh sakit perut. Bahkan saat ditanya penyebabnya korban malah menangis hingga membuat ibu korban semakin curiga,.

Akhirnya korban menceritakan kejadian sebenarnya jika telah disetubuhi pelaku. Orang tua korban pun kemudian melapor ke Mapolres Lumajang. Mendapat laporan itu, polisi menangkap pelaku di rumahnya dan tak bisa berkutik.

Kini pelaku ditahan di Mapolres Lumajang dan dijerat Pasal 81 UURI No. 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman 15 tahun penjara. (fat/fat)

Geger Kambing Berkepala Dua

Warga yang Penasaran Disodori Kotak Amal

Lumajang - Berita lahirnya kambing berkepala dua, bermata empat dan bertelinga membuat warga terus berdatangan ke rumah milik M.Hasyim (25) warga Dusun Ramba'an Desa Sukorejo Kecamatan Pasru Jambe-Lumajang.

Mereka yang datang dari berbagai desa tetangga disodori kotak amal untuk memberikan sumbangan Bangunan Masjid Baitul Muttaqim. Sedangkan jumlah sumbangan yang diberikan pengunjung tidak ditentukan besarannya.

"Sumbangan di depan itu, diminta seikhlasnya kok mas," kata Hasyim saat berbincang-bincang dengan detiksurabaya.com di rumahnya, Sabtu (24/10/2009).

Permintaan sumbangan, muncul dari tokoh masyarakat takmir masjid. Saat itu warga yang datang sudah puluhan orang dan memenuhi halaman rumah.

"Ustad Rohim bilang pada saya, bagaimana jika ditarik sumbangan untuk masjid, lalu saya mengiyakan," ungkap Hasyim.

Takmir Masjid Baitul Muttaqim Ustad Rohim menggatakan, ide penarikan sumbangan itu karena masjid masih dalam proses pembangunan dan masih banyak membutuhkan dana. Kebetulan banyak orang yang berkerumum melihat kambing berkepala dua.

"Dengan melihat kambing aneh sambil beramal khan baik mas," kata Ustad Rohim ditemui di rumahnya.

Hingga pukul 12.00 WIB warga yang ingin melihat kambing aneh semakin banyak. Bahkan bukan hanya warga desa setempat elainkan dari desa-desa tetangga. Tersebarnya kabar anak sapi aneh itu beredar dari mulut ke mulut, hingga terdengar di mana-mana.

Pengamatan detiksuarabaya.com, sebagian warga ingin memegang sapi anehnnya agar memperoleh peruntungan.

"Saya dengar tadi pagi dari orang-orang ada sapi aneh, makanya saya datang ke sini," kata Joni Ismanto (26) asal Desa Senduro Kecamatan Senduro bersama istri dan anaknya.
(fat/fat)

Geger Kambing Berkepala Dua

Anak Kambing Betina Diberi Nama Melati

Lumajang - Setelah anak kambing betina berkepala dua, bermata empat dan berteliga dua milik M. Hasyim (25) lahir, warga Dusun Ramba'an Desa Sukorejo Kecamatan Pasru Jambe-Lumajang ini memberinya nama Melati. Pemberian nama "Melati" disesuaikan bulu kambing warna putih.

"Di kasih nama ini, supaya kambing bisa bertahan hidup," Hasyim sambil mengusap anak kambing anehnya kepada detiksurabaya.com di kandang rumahnya, Sabtu (24/10/2009).

Pemberian nama kambing aneh ini, kata dia, setelah pemilik mendapat petunjuk dari tokoh masyarakat dan sesepuh desa. "Saya manut saja mas, yang penting kambing saya bisa hidup," tambahnya.

Sementara kambing aneh ini sementara waktu dibantu dot bayi berisi air susu induknya. Sebab saat minum di punting induknya, anak kambing ini masih belum kuat berdiri.

Hasyim mengaku, membeli induk kambing otawa yang dibeli dari Pasar Hewan Senduro seharga Rp 700 ribu satu tahun lalu. Saat itu dirinya langsung mengawinkan kambingnya dengan kambing jantan otawa biasa milik tetangganya. (fat/fat)

Mertua Hasyim Mimpi Didatangi Alamarhum Ibunya

Mertua Hasyim Mimpi Didatangi Alamarhum Ibunya

Lumajang - Sebelum kambing aneh berkepala dua, bermata empat dan dua telinga lahir, beberapa waktu lalu mertua M.Hasyim, Satu'i (60) mengaku mimpi didatangi ibunya. Saat itu almarhum ibunya yang berpakaian putih memberikan sebuah pesan.

"Ibu saya berpesan, tidak usah khawatir. Yang penting keluarga ini sehat," kata Satu'i menirukan pesan ibunya yang meninggal 30 tahun silam kepada detiksurabaya.com di rumahnya, Sabtu (24/10/2009).

Akibat kedatang mimpi itu, Satu'i terbangun dari tidurnya sekitar pukul 03.00 WIB. "Mungkin kambing ini yang dikorbankan ibu saya, agar keluarga kami di jauhkan dari segala musibah,"ungkap Satu'i yang didampingi istrinya Sayiti (55).

Sementara malam sebelum kelahiran anak kambing, hujan lebat turun di Desa Sukorejo Kecamatan Pasru Jambe diselingi petir menyambar-nyambar. Saking herannya dengan hujan yang dianggap mengerikan, istri Hasyim, Nuril (20) meminta suaminya melihat kambing di belakang rumahnya.

"Mas ada apa ini, hujan dan petir kok seperti ini," kata Nuril kala itu.

Namun, Hasyim tidak menghiraukan ucapan istrinya. Dia malah menyuruh istrinya untuk tidak memikirkan yang tidak-tidak. "Udah tidur saja, hujan dan petir kayak ini sudah biasa kok," tutur Nuril yang menirukan ucapan suaminya.

Saat keduanya bangun tidur pagi hari tadi, kambing betinanya yamil 10 bulan berteriak-teriak. Saat itu juga Hasyim dan istrinya menuju kandang, dan melihat kambingnya proses melahirkan.

Meski anak kambing miliknya terjadi keanehan, Hasyim enggan menghubung-hubungan dengan ha-hal mistis atau aneh lainnya. "Kambing ini milik saya. Sudah takdir yang kuasa mas, tidak usah dihubung-hubungkan," tandasnya. (fat/fat)

Mertua Hasyim Mimpi Didatangi Alamarhum Ibunya

Geger Kambing Berkepala Dua

Lumajang - Sebelum kambing aneh berkepala dua, bermata empat dan dua telinga lahir, beberapa waktu lalu mertua M.Hasyim, Satu'i (60) mengaku mimpi didatangi ibunya. Saat itu almarhum ibunya yang berpakaian putih memberikan sebuah pesan.

"Ibu saya berpesan, tidak usah khawatir. Yang penting keluarga ini sehat," kata Satu'i menirukan pesan ibunya yang meninggal 30 tahun silam kepada detiksurabaya.com di rumahnya, Sabtu (24/10/2009).

Akibat kedatang mimpi itu, Satu'i terbangun dari tidurnya sekitar pukul 03.00 WIB. "Mungkin kambing ini yang dikorbankan ibu saya, agar keluarga kami di jauhkan dari segala musibah,"ungkap Satu'i yang didampingi istrinya Sayiti (55).

Sementara malam sebelum kelahiran anak kambing, hujan lebat turun di Desa Sukorejo Kecamatan Pasru Jambe diselingi petir menyambar-nyambar. Saking herannya dengan hujan yang dianggap mengerikan, istri Hasyim, Nuril (20) meminta suaminya melihat kambing di belakang rumahnya.

"Mas ada apa ini, hujan dan petir kok seperti ini," kata Nuril kala itu.

Namun, Hasyim tidak menghiraukan ucapan istrinya. Dia malah menyuruh istrinya untuk tidak memikirkan yang tidak-tidak. "Udah tidur saja, hujan dan petir kayak ini sudah biasa kok," tutur Nuril yang menirukan ucapan suaminya.

Saat keduanya bangun tidur pagi hari tadi, kambing betinanya yamil 10 bulan berteriak-teriak. Saat itu juga Hasyim dan istrinya menuju kandang, dan melihat kambingnya proses melahirkan.

Meski anak kambing miliknya terjadi keanehan, Hasyim enggan menghubung-hubungan dengan ha-hal mistis atau aneh lainnya. "Kambing ini milik saya. Sudah takdir yang kuasa mas, tidak usah dihubung-hubungkan," tandasnya. (fat/fat)

Kambing Berkepala Dua Gegerkan Warga Lumajang


Lumajang - Warga Lumajang, Jawa Timur digegerkan seekor anak kambing aneh berkepala dua, empat mata dan dua telinga. Mendengar kabar kambing aneh, warga pun berdatangan ke kandang milik M. Hasyim (25) warga Dusun Ramba'am Desa Sukorejo Kecamatan Pasru Jambe-Lumajang.

"Kambing saya melahirkan 2 ekor anak kambing, 1 kambing jantan normal dan satunya betina memiliki keanehan ini mas," kata Hasyim saat ditemui detiksurabaya.com di kandang rumahnya, Sabtu (24/1/0/2009).

Menurutnya, kambing betina miliknya melahirkan dua ekor anak kambing warna putih sekitar pukul 06.00 WIB. Proses keluarnya kambing pertama dengan kedua berlangsung selama 30 menit. Meski begitu proses kelahiran cepat dan singkat.

Saat melahirkan kambing anehnya, sang induk berteriak dan meronta tanpa henti. Saat kepala kambing akan keluar, sang induk semakin keras berteriak dan badannya kejang.

"Saya khawatir mas, saya bantu melahirkan dengan menarik sang anak kambing," jelas bapak satu anak yang ditemani istrinya, Nuril (20).

Setelah anak kambing berhasil keluar dan dibersihkan, Hasyim mengaku kaget dengan kondisi kepala kambing yang dua.

"Saya heran dan terhenyak, kok gini anak kambing saya ini. Lalu saya panggil mertua saya mas untuk melihat dari dekat," ungkap Hasyim yang baru 1 tahun memilik kambing. (fat/fat)