Ancaman Lahar Dingin, Warga di Kaki Semeru Diimbau Waspada
Harry Purwanto - detikSurabaya
Jalur Kecamatan Candipuro-Kecamatan Pasru Jambe dan Kecamatan Candipuro-KecamatanPronojiwo terputus. Bahkan para penambang pasit terpaksa menghentikan aktivitasnya.
Pantauan detiksurabaya.com, lahar dingin mengalir cukup deras di Sungai Besuk Sat, bercampur lumpur, batu dan kayu. Warga juga tampak mengambil kayu yang hanyut oleh banjir lahar dingin di pinggir sungai.
"Mulai sore kemarin di puncak gunung, awan tebal menyelimuti," ungkap salah satu warga Sukiran (45) warga desa Kloposawit Kecamatan Candipuro pada detiksurabaya.com, Senin (24/11/2008) pagi.
Sukiran mengaku kalau hujan menguyur di puncak Semeru mulai jam 23.00 malam hingga subuh. "Kalau hujan menguyur 4 samapai 5 jam, saya yakin air sungai akan deras," tambahnya.
Sementara itu Ketua harian Satlak PB Pemkab Lumajang Wisu Wasono Adi mengatakan selama bulan Nopmeber lahar dingin semeru telah terjadi jadi sekitar 7 kali.
"Pokoknya kalau hujan sering menguyur puncak semeru di pastikan lahar dingin datang, tapi besar- kecilnya juga bervariasi," jelasnya.
Tambah Wisu, Pemkab Lumajang akan terus memantau aktivitas Gunung Semeru dan terus kontak dengan pemantau di Gunung Sawur. "Kalau badan sungai masih bisa menampung debit air lahar dingin, itu masih normal. Namun warga harus waspada," ungkap Wisu.
(gik/gik)