Cuaca di Semeru Buruk, Pendaki Dibatasi Sampai Kali Mati
Harry Purwanto - detikSurabaya
Puncak Semeru/dephut
"Di puncak letusan vulkanik masih besar dan angin juga besar. Bisa menyebabkan badai," kata Jusman Kepala TNBTS Wilayah II Malang-Lumajang kepada detiksurabaya.com, Selasa (30/12/2008).
Kepada para pendaki yang tetap nekat mendaki Jusamn meminta mereka untuk mengenakan masker penutup hidung dan mulur. Alasannya abu vulkanik sangat berbahaya bagi kesehatan.
Para pendaki juga diharapkan mematuhi aturan pendakian demi keselamatan. "Pokoknya pendakian sampai di Kali Mati, Jika tetap memaksa mendaki sampai ke puncak, kami tidak akan bertanggung jawab," jelas Jusman.
Selain karena kondisi alam yang masih berbahaya, Yusman juga menjelaskan pendakian sampai di Kali Mati untuk menjaga ekossitem di jalur pendakian akibat guyuran hujan abu yang begitu besar.
"Dibutuhkan waktu recovery ekosistem biar bisa normal kembali," ungkap Jusman.
Hujan Abu Meluas
Sementara guyuran hujan abu yang terjadi sebulan terakhir ini meluas hingga ke sebagian wilayah Jember bagian barat. Daerah yang merasakan guyuran hujan abu vulkanik Gunung Semeru yakni, Kecamatan Sumber Baru dan Tanggul.
Kepala harian Satlak Penanggulangan Bencana Pemkab Lumajang Wisu Wasono Adi saat dihubungi detiksurabaya.com, Selasa (30/12/2008) mengatakan, hujan abu yang terasa di sebagian wilayah Jember dimungkinkan karena hembusan angin yang begitu kuat ke arah timur.
"Jadi jangan heran jika hujan abu menguyur di sebagian wilayah Jember," jelasnya.(bdh/bdh)